Update

Kenali Pseudobulbar Affect

3 min read

The New One of The Day

  • Apa itu Pseudobulbar Affect?
  • Penyebab Pseudobulbar Affect 
  • Cara mengatasi Pseudobulbar Affect

Hai, SangSang Mates!

Pernah nggak, kalian ketawa-ketawa sendiri? Padahal gak ada angin gak ada hujan eh tiba-tiba ketawa sendirian.

Ketawa sendiri gak semata-mata menandakan kamu orang yang receh, loh!

Bisa jadi kamu sedang mengalami Pseudobulbar Affect, SangSang Mates penasaran gak apa itu Pseudobulbar Affect? Kalau penasaran, scroll ke bawah, ya!

Apa itu Pseudobulbar Affect?

Pseudobulbar Affect (PBA) adalah kondisi medis yang ditandai dengan tampilan ekspresi emosi yang tidak sesuai dengan apa yang sedang dirasakan seseorang.

Orang yang menderita PBA akan mengalami tiba-tiba menangis atau tertawa tanpa ada alasan yang jelas.

Kondisi seperti ini terjadi secara spontan dan tidak dapat direncanakan. Tentunya akan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pseudobulbar Affect (PBA) tidak berbahaya secara fisik, tetapi tingkah laku emosi yang tidak terkendali yang terkait dengan PBA dapat mempengaruhi kualitas hidup seseorang dan membuat mereka merasa tertekan, stres, dan kesepian.

Ini juga dapat mempengaruhi hubungan sosial dan interaksi sosial kepada sesama, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Baca juga: Pentingnya Personal Boundaries Dalam Kehidupan Kita

Penyebab Pseudobulbar Affect 

Penyebab utama dari Pseudobulbar Affect (PBA) adalah kerusakan pada area dalam otak yang bertanggung jawab untuk mengontrol ekspresi emosi. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

  1. Cedera Otak Traumatik (TBI)

Otak merupakan pusat pengendali ekspresi dan emosi, otak dapat rusak oleh cedera traumatis, yang dapat diakibatkan oleh kecelakaan, jatuh, dan cedera kepala.

  1. Penyakit Neurodegeneratif

Penyakit neurodegeneratif, seperti Alzheimer, Huntington, dan ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) dapat menyebabkan kerusakan pada area dalam otak yang mengontrol ekspresi emosi.

  1. Stroke

Stroke dapat menyebabkan kerusakan pada bagian dalam otak yang berfungsi dalam kontrol ekspresi dan emosi, sehingga emosi yang tidak dapat dikontrol dengan baik menjadi penyebab Pseudobulbar Affect (PBA)

  1. Obat-obatan

Beberapa obat, seperti obat untuk mengobati multiple sclerosis, kejang, dan depresi, dapat memicu tingkah laku emosi yang tidak terkendali pada beberapa orang.

Pseudobulbar Affect (PBA) juga dapat terjadi sebagai efek samping dari beberapa jenis terapi, seperti radiasi atau terapi kemoterapi. Namun, penyebab utama dari PBA adalah kerusakan pada area dalam otak yang berfungsi untuk mengontrol ekspresi dan emosi.

Baca juga: Emotional Intelligence Is No Soft Skill

Cara mengatasi Pseudobulbar Affect 

Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu mengatasi Pseudobulbar Affect (PBA):

  1. Obat-obatan

Ada beberapa obat yang dapat membantu mengendalikan tingkah laku emosi yang tidak terkendali pada orang dengan PBA.

Obat-obatan ini termasuk antidepresan, antipsikotik, dan obat yang dapat mengatasi gejala-gejala PBA secara spesifik. Ini dapat membantu mengurangi frekuensi dan intensitas tingkah laku emosi yang tidak terkendali.

  1. Terapi Bicara

Terapi bicara dapat membantu orang dengan PBA untuk memahami dan mengatasi masalah emosional.

Terapi bicara juga dapat membantu memperbaiki hubungan sosial dan interaksi sosial. Selain itu juga bermanfaat untuk meningkatkan kepercayaan diri sehingga orang yang mengalami PBA tetap dapat membuka diri pada lingkungan sekitarnya.

  1. Konseling

Konseling dapat membantu orang dengan PBA untuk mengatasi masalah emosional dan sosial yang terkait dengan kondisi ini.

Konseling juga dapat membantu mengatasi tekanan dan stres yang terkait dengan menjalani hidup dengan Pseudobulbar Affect (PBA).

  1. Ikut Komunitas Sesama PBA

Bergabung dengan komunitas dengan kondisi yang sama dapat membantu orang dengan PBA untuk berbicara dengan orang lain yang mengalami masalah yang sama.

Komunitas yang sama juga dapat membantu untuk meningkatkan perasaan dukungan dan pemahaman yang saling memahami sehingga individu yang mengalami Pseudobulbar Affect tidak merasa sendirian.

  1. Modifikasi gaya hidup

SangSang Mates bisa melakukan beberapa tindakan gaya hidup yang dapat membantu mengatasi PBA.

Misalnya, rutin berolahraga, mengontrol stres dan tidur yang cukup, menjaga kondisi tubuh, meditasi, dan melakukan afirmasi positif pada diri sendiri dapat membantu mengelola kondisi emosional.

Baca juga: 9 Hal Perlu Dilakukan Dalam Hidup

Bagi individu yang mengalami Pseudobulbar Affect segera mencari dukungan dan lakukan pengobatan supaya gejala-gejala yang terjadi dapat dikendalikan dengan perawatan yang tepat.

SangSang Mates jangan lupa untuk menjaga kesehatan mental dan fisiknya, ya! SangMin harap artikel ini bermanfaat buat SangSang Mates.

Yuk, baca artikel lainnya di KT&G SangSang Univ. Indonesia! Sebarkan tulisan ini ke sosial mediamu dan tuliskan pendapatmu di kolom komen ya, SangSang Mates!

Penulis: Meidina Ayu


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *