Update

5 Psikotes yang Sering Dijumpai Saat Seleksi Kerja dan Tips Mengerjakannya

5 min read

Image Article 1

The New One of The Day

  • Psikotes seleksi kerja
  • Jenis psikotes seleksi kerja dan tipsnya
  • Psikotes rekrutmen kerja

Halo, SangSang Mates!

Saat melamar pekerjaan biasanya terdapat beberapa tahapan untuk menyeleksi karyawan yang akan terpilih. Mulai dari screening CV dan surat lamaranwawancara hingga psikotes. Nah, di artikel kali ini kita akan bahas tentang berbagai macam psikotes.

Pada kesempatan kali ini akan membahas 5 jenis psikotes yang biasa muncul saat tes seleksi kerja. Gak cuma bahas soal tes nya, tapi juga akan dibahas tips-tips pengerjaannya. Cocok banget nih buat SangSang Mates yang saat ini lagi mempersiapkan diri ngelamar kerja. Langsung scroll ke bawah ya!

Baca juga: Sepenting Apa Resume Buat Apply Job Vacancy

5 Jenis psikotes yang sering muncul

  1. Tes Logika Aritmatika

Seperti namanya, psikotest ini berhubungan dengan matematika. Psikotest ini terdiri dari soal yang mengharuskan orang yang mengerjakan menghitung dan menjawabnya dengan benar. Tes logika aritmatika ini bertujuan menguji kecermatan dan ketelitian kandidat pekerja dalam memecahkan masalah yang ada.

Salah satu contoh soal logika aritmatika yaitu deret angka

Tes ini terdiri dari deretan angka yang harus dipecahkan dengan berbagai cara mulai dari penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, pecahan angka, persentase, hingga angka yang berpola. Pola angka tersebut juga terdiri dari berbagai macam jenis, mulai dari pola urutan hingga pola loncatan. SangSang Mates, bisa lihat contoh soalnya di sini.

Tips mengerjakan tes ini adalah jangan terfokus dengan soal tertentu. Jika SangSang Mates merasa suatu soal susah, segera tinggalkan soal tersebut dan kerjakan soal lainnya yang lebih mudah. Tips lainnya, saat mengerjakan soal berpola jangan terpaku pada 1-3 angka di depan, fokuslah ke keseluruhan angka yang ada.

  1. Tes Analogi Verbal

Tes analogi verbal adalah tes yang menguji logika serta kemampuan verbal (baik kemampuan tulisan maupun lisan). Dalam rangkaian psikotes dalam rekrutmen kerja, tes ini sangat sering dijumpai dan memiliki porsi yang cukup banyak, biasanya ada 30-40 soal tes analogi verbal yang harus dikerjakan para kandidat.

Mengisi korelasi makna adalah salah satu contoh tes analogi verbal

Tes analogi verbal terdiri dari soal mencari persamaan kata (sinonim), lawan kata (antonim), korelasi makna, sebab akibat, dan lain sebagainya. Dengan mengerjakan tes analogi verbal ini dapat diketahui kemampuan kandidat dalam menghadapi masalah serta pemahaman sebab dan akibat dari suatu masalah. Contohnya di sini.

Untuk dapat mengerjakan soal tes analogi verbal dengan mudah, SangSang mates harus memperbanyak pengetahuan kosakata beserta artinya, bisa dilakukan dengan banyak membaca koran hingga buku non-fiksi. Mengerjakan dengan konsentrasi juga sangat membantu untuk menjawab soal tes analogi verbal.

Baca juga: Do’s and Don’ts Resume yang Stand Out!

  1. Tes Wartegg

Tes Wartegg adalah salah satu jenis psikotes yang paling dikenal oleh masyarakat luas. Nama tes Wartegg sendiri diambil dari penemunya yang merupakan seorang psikolog dari Jerman, Ehrig Wartegg

Tes Wartegg ini merupakan tes berisikan gambar atau komponen yang harus disempurnakan atau dilanjutkan oleh kandidat. SangSang Mates bisa lihat contoh variasi tes Wartegg di sini.

Delapan kotak berisikan pola-pola merupakan bagian dari tes Wartegg

Gambar atau komponen dalam tes Wartegg ini terdiri dari pola titik, garis lengkung, garis lurus hingga garis yang tidak beraturan. Tes Wartegg ini dilakukan untuk berbagai hal. Mulai dari menguji kemampuan memecahkan masalah, kemampuan mengambil keputusan, kemampuan beradaptasi hingga kemauan dalam bekerja.

Tips mengerjakan tes Wartegg adalah pahami instruksi atau contoh yang biasanya diberikan sebelum pengerjaan tes. Tips lainnya adalah jangan terburu-buru dalam mengerjakannya, pahami pola yang ada terlebih dahulu lalu mulailah kerjakan dan usahakan untuk mengerjakan gambar sesuai urutan pola yang ada.

Baca juga: Buat Portofolio Copywriter yang Keren dengan Cara Ini!

  1. Tes Pauli/Koran

Tes ini memiliki beberapa nama, dikenal sebagai tes Pauli dan juga tes koran. Disebut demikian karena terlihat seperti lembaran koran, soalnya terdiri dari deretan banyak sekali angka, mulai dari angka 1 sampai 9. Tes ini mengharuskan kandidat untuk melakukan operasi penjumlahan pada angka-angka tersebut secara vertikal.

Deretan angka-angka yang harus dijumlahkan dalam mengerjakan tes Pauli

Lebih lanjut, hasil penjumlahan dua angka tersebut dituliskan di sela-sela kedua angka di bagian samping kanan. Jika hasil penjumlahan adalah bilangan puluhan yang terdiri dari dua digit angka, cukup tuliskan satu digit angka terakhir saja. Tes ini sendiri bertujuan untuk mengetahui tingkatan konsentrasi, ketelitian, dan ketahanan.

Tips sukses untuk mengerjakan tes ini adalah bersikap dan bekerja dengan tenang. Karena sebetulnya, yang perlu dilakukan adalah melakukan penjumlahan angka sederhana. Hal yang diperlukan lainnya, berlatih untuk meningkatkan kecepatan dan keakuratan penjumlahan. Kalian bisa lihat tes koran lebih lanjut di sini.

Baca juga: Lagi Art Block? Coba Pakai Ini Biar Makin Kreatif!

  1. Tes Gambar Orang atau Pohon

Disebut juga Draw A Man Test (DAM Test), sama seperti namanya, tes ini mengharuskan kandidat untuk menggambar orang atau menggambar pohon. Berbeda dari tes Wartegg yang mengharuskan melanjutkan gambar atau pola, tes ini peserta akan menggambar di sebuah kertas kosong. Contoh menggambar kalian bisa lihat di sini.

Contoh pohon yang bisa digambar dalam tes menggambar pohon

Selain gambar, biasanya para kandidat akan diminta untuk memberikan penjelasan atau deskripsi terkait gambar orang maupun pohon yang digambar, contohnya jenis kelamin, umur, dan aktivitas yang dilakukan. Tes menggambar orang atau pohon bertujuan menilai tingkat percaya diri, tanggung jawab serta stabilitas seseorang.

Tips untuk melakukan tes gambar ini adalah menggambar dengan sedetail mungkin. Jika diminta menggambar orang, gambarlah seseorang yang proporsional, memiliki anggota tubuh lengkap, dan wajah simetris. Jika diminta menggambar pohon, gambarlah pohon dengan ukuran besar, dan memiliki ranting. 

Baca juga: 3 Rekomendasi Novel Self Improvement Karya Penulis Negara Ginseng

Nah itu dia 5 psikotes dari sekian banyak jenis tes yang biasanya dijumpai saat proses rekrutmen kerja. Semoga artikel ini bisa membantu SangSang Mates dalam mempersiapkan diri dan meloloskan teman-teman semua dalam proses seleksi ya. Jangan lupa lakukan tips-tips yang udah dikasih ya. Good luck

SangSang Mates yang mau baca dan lihat tips lain soal karir, pendidikan, news, bahkan entertainment bisa banget nih kepoin artikel-artikel menarik lainnya di websitenya SangSang ya. Buat ke websitenya bisa klik di sini, KT&G SangSang Univ. Indonesia.

Penulis: Alinza Purwitiyaningrum


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *